X: PENUTUP

15 May

X: PENUTUP

 

 

BAB X: PENUTUP

 A. TRUSTS MELINDUNGI ASSET

           Martin M. Shenkman[1] mengemukan bahwa banyak orang berpikir tentang kepentingan untuk membuat Trusts adalah untuk melindungi asset-asset mereka dari para kreditur, karena asset-asset dalam Trusts bukan objek  budel kepailitan,  untuk kepentingan keluarga (isteri dan anak-anak) dan termasuk bilamana dalam keadaan tidak mampu bertindak lagi ( sakit dan lain-lain). Para professional khawatir atas asset-asset mereka bilamana melakukan malpraktek yang menyebabkan tuntutan/gugatan akan tetapi bilamana terdapat kesengajaan untuk menghidari dari para kreditur dengan cara membuat Trusts, hal ini bisa dibatalkan karena terdapat itikad tidak baik.

 

Ada beberapa indikasi yang menuju kearah itidak tidak baik untuk menghidar dari tuntutan para kreditur ,yaitu :

  1. pengalihan hak dilakukan segera sebelum atau setelah timbul hutang yang signifikan.
  2. pengalihan dilakukan atas semua asset pada saat yang sama, dengan tidak meninggalkan sama sekali asset yang cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
  3. pengalihan asset keluar dari Amerika Serikat (Alaska atau Delaware Trust).
  4. pengalihan asset dilakukan menjelang bangkrut dan untuk itu menyiapkan laporan keuangan untuk membutikan tidak melakukan hal tersebut.
  5. pengalihan asset kepada keluarga dekat atau rekan bisnis.

Trusts dapat menjadi sarana yang penting untuk melindungi asset-asset seseorang  dan dapat dipilih sesuai yang dibutuhkan. Membuat Trusts untuk melindungi asset-asset banyak sekali keuntungannya, harus dipersiapkan dengan baik dan benar serta dilakukan dengan cara yang benar.

Ada beberapa asset yang menjadi pertimbangan penting untuk dibuatkan Trusts, antara lain :

  1. Life Insurance Trusts

Trusts ini termasuk penting karena dianggap tidak dikenakan pajak dan Trusts ini dibuat dengan tujuan hanya untuk kepemilikan polis asuransi untuk diri sendiri maupun untuk orang lain seperti keluarga.

       2. Trusts for Securities

Asset-asset yang cukup umum dimiliki adalah saham, obligasi, reksadana dan produk lainnya yang terkait dengan bursa. Teknik yang dilakukan adalah semua produk atas asset-asset tersebut dimasukan kedalam perusahaan keluarga dan nantinya perusahaan keluarga yang mengalihkan haknya kedalam Trusts yang dibentuk, yang dianggap lebih baik dalam hal perlindungan perencanaan dan perpajakan.

Tipe Trusts yang dapat digunakan untuk asset-asset ini adalah :

  1. Revocable Living Trust (RLT)
    • Trust ini biasanya digunakan untuk menampung sebagian atau seluruh asset untuk menghindari pembagian atas warisan atau dalam hal sakit atau ketidak mampuan bertindak.
  2. Asset Protection Trust (API)
    • Asset-asset dimasukankan kedalam Trust ini dengan tujuan untuk melindungi dari tuntutan para kreditur, tuntutan malpraktek dan lainnya.
  3. Chatritable Reminder Trust (CRT)
    • Trust ini dapat bermanfaat dalam pembayaran pajak karena adanya capital gain dan pembayaran secara secara periodik untuk tujuan sosial.
  4. Grantor Retained Annuity Trust (GRAT)
    • Trust ini digunakan untuk memaksimalkan manfaat pajak hadiah terutama hadiah yang besar.
  5. Charitable Lead Trust (CLT)
    • Trust ini biasanya digunakan untuk mengurangi biaya-biaya pajak pada hadiah-hadiah besar dengan Beneficiary nya adalah Lembaga sosial dan biasanya khusus untuk asset-asset di sekuritas.
  6.  Child’s or Grandchild Trust
    • Trust ini biasanya dibuat oleh orang tua untuk kepentingan anak atau cucu nya yang biasanya biasanya dalam bantuk sekuritas atau cash.

      3. Trusts For Business Assets

Trusts sudah lama dikaitkan dengan asset-asset bisnis terutama dalam usaha keluarga yang ditujukan untuk manfaat bagi anak-anak dan cucu-cucunya atas asset-asset yang mendapatkan passive income. Trust ini juga dapat digunakan sebagai pemegang saham pada perusahaan-perusahaan yang ada, sehingga sifatnya hanya passive saja dan perlindungan terhadap asset-asset yang ada.

         4. Trusts For Real Estate

Trust ini digunakan untuk memegang proerti-properti yang dimiliki seseorang, sehingga semua dalam naungan suatu Trust. Hal ini juga untuk melindungi properti-properti dari tuntutan atau gugatan pihak lain.

          5. Trusts For Pensions And Employee Benefits

Trusts juga dapat digunakan untuk merecanakan kepentingan pada masa pension dan juga manfaat bagi para karyawan.

        Trusts yang biasa digunakan untuk kepentingan perlindungan kepada para karyawan yang bernama RABBI TRUST, yang pertama kali digunakan untuk memberi manfaat bagi para Rabbi di sinogoga.

B. MANFAAT TRUSTS

Ada beberapa manfaat dari  Trusts, yaitu :

  1. harta kekayaan dalam Trusts tidak termasuk budel kepailitan, sehingga bilamana Settlor atau Trustee dalam keadaan pailit, maka harta kekayaan dalam Trusts tetap bebas dan tidak termasuk dalam harta yang dimasukan dalam kepailitan.
  2. Asset-asset dalam Trusts tidak perlu dibagi-bagi kepada para ahli waris karena semua asset masuk didalam Trusts dan sudah ditentukan kepentingan serta penggunaannya untuk Beneficiary, dimana nilai dari asset-asset terus bertambah dan bermanfaat untuk Beneficiary nya yang sebaliknya bilamana harta warisan harus dibagikan kepada para ahli waris dan menjadi terpecah-pecah, sehingga masing-masing ahli waris hanya mendapatkan sesuai porsi yang telah ditentukan, dimana ada yang bisa mengembangkan dan ada yang tidak bisa yang akhirnya habis untuk kehidupan sehari-hari.

C.  KESIMPULAN

MEA sudah berlaku dan hampir semua anggota negara yang termasuk dalam MEA baik yang menggunakan sisten hukum Common Law maupun Civil Law telah memeiliki aturan perundangan tentang Trusts sedangkan pada saat ini Indonesia belum memiliki undang-undang tentang Trusts melainkan hanya dapat ditemukan aturan yang mengatur unsur-unsur yang terdapat didalam Trusts. Contoh Kerajaan Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok yang menggunakan sarana Lembaga Trusts dalam pengembangan investasi, yang mana saat ini kedua negara tersebut merupakan negara yang banyak  berinvestasi di Indonesia, sehingga perlu diantisipasi juga untuk mengembangkan Lembaga Trusts sebagai salah satu alternatif di Indonesia.

 

[1]  Martin M. Shenkman, The Complete Book of Trusts, Third Edition, John Wiley & Sons, Inc, New York, hal 219-262

 

 

 

TRUSTS