BAGIAN IX A: TRUSTS DALAM CIVIL LAW JEPANG

8 May

BAGIAN IX A: TRUSTS DALAM CIVIL LAW JEPANG

 

 

BAB IX: TRUSTS DALAM SISTIM HUKUM CIVIL LAW

Dalam kenyataan pada saat ini, banyak negara yang tunduk pada sistem hukum Eropa Kontinental juga menerapkan lembaga Trusts dengan memiliki aturan tentang lembaga Trusts yaitu berupa undang-undang tentang Trusts. Hal ini tidak membuat tumpang tindah maupun kesulitan dalam penerapan hukum nya dikarena terjadinya transplantasi hukum dari sistem Common Law ke Civil Law secara baik. Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan negara yang tunduk pada hukum sistim Eropa Kontinental ternyata juga memiliki Trusts Act dan bahkan Trusts berkembang dengan pesat dan baik.

 

  1. Trusts di Jepang

Di Asia,  Jepang adalah salah satu negara yang memiliki tradisi hukum Civil Law yang ditandai dengan ditetapkannya The Japanese Civil Code pada tahun 1898. Jepang menetapakan The Japanese Civil Code terinspirasi oleh Civil Code-nya Perancis dan Jerman yang tidak mengenal adanya pemisahan dalam kepemilikan properti. Namun, dalam perkembangannya Jepang “harus” mengadopsi lembaga Trusts sebagai instrumen untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara itu pasca terlibat perang melawan Rusia pada tahun 1904 sampai dengan tahun 1905.

Pada periode itu, Jepang memerlukan biaya dan dana yang sangat besar untuk memulihkan ekonominya. Untuk itu, Jepang harus meminjan uang dari negara atau investor asing. Instrumen hukum pinjam-meminjam yang umum berlaku pada saat itu adalah penerbitan obligasi di London yang disertai dengan jaminan properti. Jepang kemudian menerbitkan the Secured Bond Trusts Act (Tampo-Tuki Shasai Shintaku Ho).  Sejak itu, Jepang memperkenalkan konsep Trusts dalam sistem hukumnya  dan menjadikan lembaga Trusts sebagai sarana atau alat komersial. [1]

Ditetapkannya aturan tersebut mengakibatkan muncul banyak perusahaan yang membawa nama Trusts. Tercatat pada tahun 1912 jumlah perusahaan dengan nama Trusts mencapai 474 perusahaan. Perusahan-perusahaan tersebut pada periode ini hanya bergerak sebagai lembaga peminjam saja.

Selanjutnya, pada tahun 1922, Jepang memperkenalkan Trusts Act (Shintaku Ho) yang diundangkan pada tahun 1923 dengan nama Trust Act Nomor 62 Tahun 1922. Trust Act Nomor 62 ini kemudian diamandemen dengan Trust Act Nomor 108 Tahun 2006.

Bila ditelusuri, dapat dipastikan bahwa unsur bisnis-lah yang melatarbelakangi lahirnya Trusts Law di Jepang. Sehingga tidak mengherankan bila karakter Trusts Law di Jepang sangat dipengaruhi oleh unsur bisnis sampai dengan saat ini. Sebagai akibatnya, Trusts digunakan juga sebagai pengganti dari bank di Jepang. Bahkan, banyak orang lebih memilih menempatkan dananya di Trusts daripada di bank.

Menurut Hideki Kanda, di Jepang, secara umum Trusts memang sering digunakan dalam berbagai bidang komersial akan tetapi yang paling populer adalah Loan Trust dan Money Trust yang tidak terdapat dalam kebiasaan di Amerika Serikat atau Inggris.  Hal ini disebabkan oleh  dua hal yaitu:

  1. keuntungan menggunakan bentuk Trusts untuk komersial umum tergantung pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan dibandingkan dengan menggunakan bentuk lain yaitu korporasi yang di dalamnya terdapat  banyak sekali aturan;
  2. perkembangan bentuk Trusts pada saat ini berubah dan berkembang dari model yang tradisional menjadi modern sehingga lebih fleksiel dan menarik dibandingkan dengan bentuk korporasi.

 

Di Jepang dikenal beberapa macam Trusts, yaitu :

  1. Loan Trust, yaitu Trustee yang umumnya adalah bank yang menerima uang dari masyarakat dan meminjamkannya kepada para pengusaha. Secara hukum Trustee diizinkan untuk menjamin pengembalian pokok dan bunga yang diharapkan. Sistem ini hampir sama dengan sistem deposito di bank.
  2. Money Trusts, yaitu Trustee biasanya menginvestasikan aset-aset Trusts dalam bentuk saham atau obligasi. Trustee bisa menerima uang baik dari masyarakat maupun dari perusahaan tertentu, akan tetapi di sini tidak ada jaminan akan pengembalian pokok maupun keuntungan.
  3. Securities Investment Trusts dengan kualifikasi tertentu yaitu Settlor harus berbentuk institusi yang terdaftar, hanya melakukan kegiatan investasi dan bertindak sebagai penasehat investasi.
  4. Other Notable Trusts In Japan, yang terdiri dari dua macam, yaitu :
    1. Sekuritasisasi aset yaitu Trusts digunakan sebagai kendaraan untuk sekuritasisasi aset, biaya pinjaman dan tagihan;
    2. Land Trust, yaitu Trustee menerima tanah dari pemilik dan mengelolanya  untuk kepentingan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lembaga Trusts di Jepang memiliki empat kategori, yaitu:

  1. Trusts yang hampir mirip dengan deposito di bank pada umumnya;
  2. Trusts untuk menajemen aset;
  3. Trusts untuk sekuritisasi aset;
  4. Trusts untuk bisnis.

 


 

[1] Hiroto Dogauchi, Overview of Trust Law in Japan, Trusts in The Law of Japan, http://www.law.lohoku.ac.jp/kokusaiB2C/link/dogauchi.html.

 

 

TRUSTS DALAM CIVIL LAW