BAGIAN VI: KLASIFIKASI TRUSTS

28 Apr

BAGIAN VI: KLASIFIKASI TRUSTS

 

 

BAB V: KLASIFIKASI TRUSTS

 

Menurut A.J.Oakley,[1] dalam Trusts ada beberapa klasifikasi, yaitu :

A. STATUTORY, EXPRESS, IMPLIED, RESULTING dan CONSTRUCTIVE TRUSTS

 

  1. Statutory Trusts

Trusts yang dibuat karena berdasarkan aturan perundangan yang ada dimana sudah diatur secara jelas tata cara pembentukan serta hak dan kewajiban yang ada dalam Trusts. Hal ini tercermin secara jelas dalam Trusts Act.

 

  1. Express Trusts

           Trusts dimana Settlor dengan sengaja membuat suatu hubungan antara Trustee dengan Beneficiary.

Suatu Trusts akan dianggap sebagai Express Trusts meskipun Settlor tidak secara jelas menyatakakannya demikian akan tetapi bilamana pengadilan mengambil kesimpulan atas suatu konstruksi dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul atas hal tersebut. Konsekwensinya kalimat doa, permintaan yang mendesak atau harapan, yang semuanya dikenal sebagai kalimat-kalimat yang dimohon, bisa dimasukan sebagai Express Trusts.

  1. IMPLIED atau RESULTING TRUSTS

            Trusts dimana Settlor dengan sengaja membuat Trusts yang tidak secara tegas menciptakan suatu hubungan antara Trustee dengan Beneficiary akan tetapi pengadilan yang kemudian menyimpulkan adanya suatu hubungan antara Trustee dengan Benefiaciary  tersebut.

Impllied atau Resulting Trusts muncul dalam 2 keadaan, yaitu :

  1. bilamana seseorang mengalihkan hak kepemilikan atas properti kepada seseorang atau dengan  join bersama orang lain, dimana orang tersebut membayar  bagiannya, dalam keadaan demikian dianggap tidak ada hadiah dan karenanya property tersebut   dalam Trusts untuk kepentingan orang yang menerima pengalihan hak tersebut.
  2. bilamana Settlor membuat Express Trusts tidak menghilangkan seluruh kepentingan Beneficiary atas property tersebut. Dalam hal demikian pengadilan dapat menafsirkan bahwa kepentingan Beneficiary tidak hilang.

  1. CONSTRUCTIVE TRUSTS

Trusts berlakunya karena aturan hukum, yang tidak seperti Trusts lainnya, Trusts ini dilakukan oleh pengadilan karena sebagai akibat dari tindakan Trustee dan karenanya sangat adil untuk kepentingan dan maksud para pihak.

 

B. SIMPLE dan SPECIAL TRUSTS

  1. SIMPLE TRUSTS

          Trusts dimana Trustee hanya bertindak sebagai penyimpan dari property Trusts dengan tanpa adanya kewajiban kegiatan aktif dari Trustee.   Hal ini memang dari awalnya Settlor membuat Trusts hanya untuk kepentingan Beneficiary, yaitu Trustee hanya akan melakukan pengalihan hak pada waktunya yang ditentukan dalam pembuatan Trusts kepada Beneficiary. Trustee dalam  hal ini disebut juga sebagai Bare Trustee.      

       

  1. SPECIAL TRUTS

           Trusts dimana Trustee ditunjuk untuk mengurus tujuan yang sudah ditentukan oleh Settlor dan karenanya Trustee harus aktif dan  melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tujuan dari pembuatan Trusts. Trustee dalam hal ini disebut juga sebagai Active Trustee.

C. PRIVATE dan PUBLIC TRUSTS

 

  1. PRIVATE TRUSTS

           Trusts ini bermaksud untuk tujuan keuntungan atau manfaat bagi seseorang atau beberapa orang sebagai Beneficiary yang telah ditetapkan oleh Settlor.

 

  1. PUBLIC TRUSTS

               Trusts ini  dibuat dengan maksud untuk kepentingan mendukung tujuan tertentu yaitu kepentingan masyarakat. Antara lain contoh Charitable Trusts.

 

[1] A.J.Oakley, Parker and Mellows : The Modern Law of Trusts, Thomson Sweet & Maxwell, Ninth Edition 2008, hal  39-48.

 

TRUSTS