BAGIAN V A: SEJARAH SINGKAT EQUITY

21 Apr

BAGIAN V A: SEJARAH SINGKAT EQUITY

 

 

BAB V: EQUITY

 

       Trusts tidak terlepas dari EquIty dan apa itu Equity?  Dalam bab ini pengertian dan pemahaman tentang Equity diambil dari buku karangan GRAHAM VIRGO, The Principles of Equity & Trusts, Third Edition, Oxford University Press 2018, halaman 3 sampai dengan 37.

1. SEJARAH SINGKAT EQUITY

        Pada awal belajar hukum,  para mahasiswa telah menyadari adanya hal yang fundamental dari sistem hukum yaitu sumber hukum yang diciptakan oleh Legislatif dan oleh Hakim. Hakim menciptakan hukum dan ini yang disebut “Common Law”,  yang mana hal ini biasa dilakukan oleh hakim dalam Pengadilan The Common Law courts dan sebagai kebalikannya hukum yang dikembangkan dan dibuat oleh hakim pada The Chancery Courts, yang ini dikemudian disebut sebagai “Equity”.

Dahulu Raja di Inggris mengembangkan sistem hukum yang umum untuk semua warga Inggris dan dikenal sebagai “ Common Law “  meskipun hakim diberi ruang untuk menciptakan hukum akan tetapi hakim dalam mengambil keputusan sangat kaku dan tidak fleksibel melainkan cenderung menafsirkan serta mengembangkannya menjadi lebih sulit. Dikarenakan  sistem hukum The Common Law  sangat kaku dan sulit, maka dimungkinkan untuk mengajukan kasus kepada Raja untuk mendapatkan keadilan dan biasanya Raja mendelegasikan fungsi hak tersebut kepada Chief Minister nya yaitu The Lord Chancellor.

The Lord Chancellor adalah orang yang dari figur gerejawi yang dianggap memiliki gagasan biblis tentang keadilan, yang kemudian akan menentukan apakah kasusnya termasuk bidang kasus privat dan biasanya mereka banyak menggunakan hati nurani dalam menjalankan tugasnya, yang mana menjadi ciri dari khas Equity. Penggunaan cara yang demikian menimbulkan banyak perdebatan juga dikarenakan The Lord Chancellor memiliki pengetahuan, pandangan dan kebijakan yang berbeda-beda.

Dalam perjalanan waktu banyak sekali permohonan yang diajukan kepada The Lord Chancellor,  sehingga diperlukan untuk membentuk pengadilan yang dikenal dengan nama The Court of Chancery, yang selanjutnya dalam hukum disebut sebagai Equity.

Equity mempunyai karakteristik yang berbeda dengan The Common Law, yang mana berawal dari sejarah yaitu pada abad pertengahan dimana The Common Law mengurus berkaitan dengan kasus perjanjian, kerugian, property dan hal-hal lain.  Dikarenakan adakalanya sangat sulit mengajukan tuntutan ke pengadilan melalui The Common Law Courts, maka dimungkinkan mengajukan permohonan kepada Raja yang kemudian oleh Lord Chancellor untuk mengambil kebijakan, yang kemudian berkembang menjadi badan yang berbeda disebut Equity.

Ada 2 hal yang penting sebagai akibat dari hal diatas :

  1. Equity menghilangkan kekakuan dari The Common Law sehingga Equity menunjukan ciri fleksibilitas.
  2. Equity dilaksanakan dengan kebijakan oleh The Lord Chancellors sehingga lebih mengutamakan keadilan.

Pada The Court of Chancery ada 2 hal yang signifikan, yaitu :

  1. Pengadilan dapat memanggil penggugat untuk ditanya agar mendapat gambaran agar dapat hasil keadilan yang tepat untuk kedua belah pihak.
  2. Pengadilan dapat memaksa para pihak untuk bertindak atau menghentikan tindakan-tindakan dan melanggar perintah tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap pengadilan serta bisa dipenjara.

Dalam perkembangan selanjutnya, perbedaan antara The Common Law Courts dengan The Chancery Courts semakin tajam karena masing-masing menganggap yang satu lebih unggul dari yang lain. Hal ini juga menimbulkan masalah dikarenakan penggugat harus sangat hati-hati memilih pengadilan mana dalam gugatannya dan bilamana salah memilih maka menimbulkan kerugian biaya.

Kompleksitas dari permasalahan tersebut akhirnya diatasi dengan dikeluarkannya The Judicature Acts of 1873 and 1875, yang menghapuskan kedua macam pengadilan dan menggantikannya menjadi High Court, dimana hanya membagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. The Chancery Division, yaitu yang mengurus tentang bisnis Equity.
  2. The Queen’s Bench Division, yaitu mengurus mengenai perjanjian dan kerugian.
  3. The Family Division, yaitu mengurus mengenai perkawinan dan masalah sengketa keluarga.

The Judicature Acts tersebut berperan sangat signifikan dalam sejarah sistim hukum Inggris karena membedakan dalam administrasi penangganan perkara menjadi lebih jelas akan tetapi tidak menghilangkan kedua macam pengadilan tersebut karena Equity dimasukan dan diatur didalamnya. Dalam perkembangannya pada abad ke XX, sistem The Common Law juga berkembang pesat apalagi memasuki abad ke XXI, maka sebaiknya kedua macam pengadilan tersebut harus saling melengkapi dan bukan saling bersaing.

 

 

EQUITY