BAGIAN III D: FIDUSIA

15 Apr

BAGIAN III D: FIDUSIA

 

4. Fidusia

Dalam Trusts juga terdapat unsur fidusia, yaitu adanya penyerahan hak kepemilikan oleh Settlor kepada Trustee sehingga harta kepemilikan beralih ke atas nama Trustee yang harus digunakan sesuai dengan tujuan pembentukan Trusts dan untuk kepentingan Beneficiary-nya, yang dalam sistem hukum Common Law, inilah unsur yang penting dalam suatu Trusts.

Menurut Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang  hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda. Misalnya, seorang debitor memberikan jaminan mesin yang dimilikinya kepada kreditor, hak kepemilikannya dialihkan kepada kreditor selama pinjaman belum lunas. Akan tetapi, mesin tersebut masih dalam penguasaan debitor.

Fidusia, menurut asal katanya berasal dari bahasa Romawi ‘fides’ yang berarti kepercayaan. Fidusia merupakan istilah yang sudah lama dikenal dalam bahasa Indonesia. Begitu pula istilah ini digunakan dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Dalam terminologi Belanda, istilah ini sering disebut secara lengkap, yaitu Fiduciare Eigendom Overdracht (F.E.O.), yaitu penyerahan hak milik secara kepercayaan. Sedangkan, dalam istilah bahasa Inggris disebut Fiduciary Transfer of Ownership.

Pengertian fidusia sebelum diundangkannya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia,  pengaturan tentang fidusia terdapat dalam berbagai pengaturan,  di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun telah memberikan kedudukan fidusia sebagai lembaga jaminan yang diakui Undang-Undang. Pada Pasal 12 Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa Rumah susun berikut tanah tempat bangunan itu berdiri serta benda lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani hak tanggungan, jika tanahnya hak milik atau HGB dan dibebani fidusia, jika tanahnya hak pakai atas tanah negara.

Hak Tanggungan atau fidusia dapat juga dibebankan atas tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) beserta rumah susun yang akan dibangun sebagai jaminan pelunasan kredit yang dimaksudkan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan rumah susun yang direncanakan di atas tanah yang bersangkutan dan yang pemberian kreditnya dilakukan secara bertahap sesuai dengan pelaksanaan pembangunan rumah susun tersebut.

Jaminan Fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak, baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fidusia diberikan oleh debitur kepada kreditur untuk menjamin pelunasan hutangnya. Jaminan fidusia ini memberikan kedudukan yang diutamakan privilege kepada penerima fidusia terhadap kreditor lainnya.

Pengertian fidusia dalam Trusts menurut Common Law, terjadi peralihan hak kepemilikan dari Settlor kepada Trustee, yang mana hak kebendaan tersebut berada dalam penguasaan Trustee, sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tersebut, juga terjadi pengalihan hak kepemilikan atas benda, akan tetapi hak kebendaan tersebut tetap masih dalam penguasaan pemilik benda.

 

UNSUR TRUSTS