BAB II: BEBERAPA PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TRUSTS

3 Apr

BAB II: BEBERAPA PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TRUSTS

 

 

BAB II: BEBERAPA PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TRUSTS

Dalam Trusts terdapat equity dan membahas Trusts adalah tidak mungkin tidak memahami tentang prinsip keadilan. Meskipun, Trusts sudah dikenal ratusan tahun yang lalu, akan tetapi berubah terus seiring dengan perkembangan, sehingga tidak mudah menemukan definisi tentang Trusts dari para ahlinya karena mereka lebih suka membahas Trusts dengan memberikan contoh yang mana lebih mudah dimengerti dan dipahami.

Beberapa pendapat sebagai berikut :

J. E. Penner[1] mengatakan bahwa seseorang harus bisa membedakan antara berpikir secara teori tentang sesuatu, yang menarik tentang konstruksi teori atau kritik atau keduanya dan hanya berpikir secara kritis tentang sesuatu. Dia sudah mengeluti bidang Trusts dalam waktu yang lama, akan tetapi bila ditanya apa teorinya tentang Trusts, yang dijawab tidak ada satu Gambaran umum yang bisa diberikan adalah seperti halnya hukum dalam bidang perjanjian, perselisihan atau Trusts diatur dengan satu prinsip yang dapat dihubungkan dengan konteks yang berbeda untuk menjustifikasi hukum yang umum dan komitmen yang paling penting. Secara umum, gambaran yang tepat prinsip-prinsip inti dalam teori hukum Trusts harus mengungkapkan mengenai moral atau ekonomi atau komitmen lain, hal mana dapat diungkapkan melalui putusan hakim.

 Simon Gardner [2] mengemukakan hal yang sama dengan J. E. Penner, namun dia menawarkan definisi sebagai berikut:

“A Trust is a situation in which property is vested in someone ( a Trustee), who is under legally recognized obligations, at least some of which are of proprietary kind, to handle it in a certain way, and to the exclusion of any personal interest. These obligations may arise by conscious creation by the previous owner of the property (the settlor), or because some other legally significant circumstances are present”

  Trusts itu seperti halnya dalam keadaan dimana properti diinvestasikan pada seseroang, yaitu Trustee, yang akan mengurus dan mengelolanya. Trusts dapat digunakan dalam banyak hal. Bisa digunakan untuk melakukan suatu pembayaran kepada pihak lain yang lebih kompleks dari hadiah atau untuk membagi-bagikan kekayaannya kepada para ahli warisnya. Trusts dibuat dengan suatu tujuan tertentu yang ditentukan oleh Settlor.

Menurut Maitland, yang dikutip oleh Graham Virgo[3] mengemukakan sebagai berikut:

“When a person has rights which he is bound to exercise upon behalf of another or for the accomplishment of some particular purpose he is said to have those rights in Trust for that other or for that purpose and he is called a Trustee”

          A.J.Oakley[4]  mengutip beberapa pendapat sebagai definisi tentang Trusts

  1. Lord Coke mengatakan :

“A Trust as a confidence reposed in some other, not issuing out of the land but as a thing collateral thereto, annexed in privity to the estate of the land, and to the person touching the land, for which cestuique Trust has No. remedy but by subpoena in the Chancery”   

Coke mengatakan Trusts sebagai jaminan tanah,  yang dimaksudkan adalah Trusts itu berbeda kepemilikan secara hukum, yang biasanya bilamana jual beli dilakukan maka haknya sudah nyata dan berpindah kepada pemiliknya akan tetapi dalam hal ini Beneficiary belum memiliki secara langsung. Trusts akan berlangsung sepanjang kepemilikan properti masih berlangsung.

  1. Sir Arthur Underhill mengatakan :

“ A Trusts as an equitable obligation binding a person (who is called a  trustee) to deal with property over which he has control ( which is called Beneficiaries or cestus que trust), of whom he may himself be one and  any one of whom may enforce the obligation”

Sir Arthur mengatakan bahwa Trusts itu adalah sesuatu yang mengikat secara adil terhadap Trustee untuk melaksanakan kewajibannya atas properti yang dikontrolnya.

  1. Mayo J. in Re Scott, seorang hakim di Australia mengformulasikan:

 “ the word trust refers to the duty  or aggregate accumulation of obligations that restu pon a person describeb as trustee. The  responsibilities are in relation to property held by him, or under his control. The property he will be compelled by a court in its equitable  jurisidction to administer in thnner  lawfully prescribed by the trust instrument, or where there be No. specific provision written or oral, or to the extent that such provisions is invalid or lacking, in accordance will be in such a manner that the consequential benefits and advantages accrue,  not to  the trustee, but to the persons called cestuis que trust or beneficiaries, if there be any, if not, for some purpose which the law will recognise and enforce. A trustee may be a beneficiary, in which case  advantages will accure in his favour to the extent of his beneficial  interest“

Formulasi ini menyatakan kewajiban dan tanggung jawab dari seorang Trustee atas properti yang dikelolanya untuk kepentingan Beneficiary, yang mungkin juga Beneficiary-nya adalah Trustee sendiri.

  1. Definisi dalam Trusts Act 1987 Inggris yang mengesahkan dan menggabungkan ketentuan The Hague Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Trusts, yang dalam Article 2 mempunyai definisi sebagai berikut:

For the purpose of this Convention, the term  ‘turst’ refers to the legal  relationships created -inter vivos or on death-by a person, the settlor, when assets have been placed under the control of  a trustee for the benefit os a beneficiary or for a specified purpose. A trust has the  following characteristics :

 

             (a). the assets constitute a sparate fund and not part of the trustee’s own estate ;

             (b). title to the trust assets stands in the name of the trustee or in the name  of another person on behalf of the trustee;

              (c). the trustee has the power and the duty, in respect of which he is  accountable, to manage, employ or dispose of the assets in

                    accordance with the term of the trust and special duties imposed  upon him by law “

Tujuan dari Konvensi ada 2, yaitu:

  1. memberikan aturan yang sama dalam menentukan yuridiksi dan hukum tentang Trusts dalam pengaturan internasional ;
  2. memberikan aturan tentang Trusts dimana suatu negara tidak mengenal lembaga Trusts sehingga bila timbul masalah, bisa membantu menjelaskan tentang Trusts.

Dari definisi-definisi di atas, pada intinya terjadi transfer hak dari Settlor kepada Trustee dalam mengelola suatu Trusts demi kepentingan Beneficiary, dengan demikian komitmen dan kepercayaan sangat diandalkan dalam pembentukan Trusts.

 

[1] JE Penner, An Untheory of the Law of Trusts, or Some Notes Toword Understanding the Stucture of Trusts Law Doctrine, https://academic.oup.com/article-abstract/63/1/653/379114.

[2] Simon Gardner, An Introduction to the Law of Trusts, Clarendon Law Series, Third Edition, Oxford University Press, hlm. 2.

[3] Graham Virgo, The Principles of Equity & Trusts, Third Edition, Oxford University Press, hlm. 39.

[4] A.J. Oakley, The Modern Law of Trusts, Ninth Edition, London Sweet & Maxwell 2008,  hlm. 13-16.

 

 

 

TRUSTS